Iklan

Terbaru


Sports


Daftar 40 Informasi Hoax tentang Kesehatan yang Beredar di Media Sosial

Hoax tentang Kesehatan
KITA sering sekali kita membaca posting-posting mengenai kesehatan yang kelihatannya bagus dan benar, tapi ternyata banyak yang hanya hoax (bohong).

Banyak pengguna media sosial, terutama Facebook, yang share. Banyak pula blogger yang memuatnya.

Namun, ternyata semuanya dusta belaka. Dikupas health.detik.com, ternyata terdapat sedikitnya 40 brodcast pesan kesehatan yang ternyata hoax yang secara ringkas dapat disampaikan sebagai berikut :

01. Makan Mi Instan dan Cokelat Bersamaan Bikin Keracunan
02. Minum Air Dingin Usai Makan Picu Kanker
03. Larva di Payudara Akibat Pakai Bra Baru Tanpa Dicuci
04. Virus HIV Dimasukkan ke Pembalut
05. Kloset Duduk Bisa Menularkan HIV
06. Teh Kemasan Beracun
07. Sesuap Lele Mengandung 3.000 Sel Kanker
08. 'Hujan Nuklir' yang Membahayakan
09. Oleskan Vaselin untuk Cegah MERS
10. Vaksin MMR Sebabkan Autisme
11. Makan Sayap dan Ceker Ayam Bisa Picu Kanker
12. Makan Bayam dan Tahu Bersamaan Bisa Picu Kista
13. Cek Kesehatan Ginjal dengan Jengkol
14. Lemon Lebih Hebat dari Kemoterapi
15. Udang + Vitamin C = Meninggal
16. Petai Ampuh Atasi Kanker dan Lebih Hebat dari Kemoterapi
17. Minuman Kemasan Mengandung Virus HIV
18. Jeruk Disuntik Virus HIV
19. Peringatan Kode Warna di Kemasan Pasta Gigi
20. Bumbu Mi Instan yang Dimasak Picu Kanker
21. Lintah Masuk ke Perut Melalui Kangkung
22. Narkotika Digital yang Bikin 'Sakaw'
23. Infeksi Cacing Melalui Kecoa
24. Obat Hewan untuk Sterilisasi Manusia
25. Jarum Suntik di Bioskop Tularkan HIV
26. Paru-paru Sobek karena Debu Vulkanik
27. Penggunaan Masker
28. Obat Flu Sebabkan Perdarahan Otak
29. Deteksi Kerupuk yang Digoreng dengan Campuran Plastik
30. Tisu Picu Kanker Indung Telur
31. Minuman Kemasan dengan Kandungan Berbahaya
32. Pembuatan Tusuk Gigi Anti Boraks
33. Air di Mobil Bisa Picu Kanker 34. Lilin Picu Kanker
34. Lilin Picu Kanker
35. TB dan HIV Menular Lewat Terompet
36. Tips Bedakan Es Batu dari Air Matang dan Mentah
37. Tusuk Jari dengan Jarum untuk Bantu Pasien Stroke
38. Tanaman Hias Beracun Sangat Mematikan
39. Makanan Kaleng Terpapar Virus HIV
40. Tusuk Gigi Bisa Sebarkan AIDS.

Nah, sodara-sodara, jangan asal share yah ???!!! Kalo share dari detik gak apa-apa, secara itu situs jelas juntrungannya bukan situs abal-abal.*


Media Sosial Menjadikan Orang Malas Kerja

Media Sosial Menjadikan Orang Malas Kerja
Selain menjadikan orang kurang berkomunikasi langsung secara tatap muka, media Sosial menjadikan orang malas kerja. Demikian dikemukakan pakar ilmu komunikasi, Rocky Prasetyo. 

Ia mengungkapkan, penggunaan sosial media yang berlebih telah berdampak negatif karena membuat seseorang menjadi ketergantungan dan malas bekerja.

"Perkembangan sosial media sebagai media komunikasi melalui smart phone, telah membuat orang menjadi kurang berkomunikasi satu sama lain," katanya dikutip Antara Senin (22/2/2016).

"Berbicara secara langsung atau tatap muda dan bergaul sehari - hari telah berkurang karena dilakukan melalui sosial media," tambahnya.

Apalagi, telah banyak pelajar yang juga menggunakan sosial media sehingga menjadi malasa belajar dan berkomunikasi secara kelompok.

"Di sisi lain ada nilai positif dari sosial media tetapi ada juga negatifnya. Karena, menjadi orang ketergantungan dan selalu menatap smart phone. Ini yang harus diwaspadai dan diperhatikan semua pihak," katanya.

Ia mengimbau kepada para pelajar untuk bijaksana dan tidak berlebihan serta memperbanyak berkomunikasi berbicara secara langsung.*

Memanfaatkan Media Sosial untuk Memperkuat Personal Brand

Memanfaatkan Media Sosial untuk Memperkuat Personal Brand
MEDIA SOSIAL merupakan sarana yang baik untuk membangun dan memperkuat persona brand dan citra pribadi.

Membangun personal brand atau citra diri itu seperti merawat sebuah kebun. Sekali Anda menentukan bidang tanah tempat menanam benih, Anda akan terus mengembangkan tanah itu demi panen berlimpah.

Berikut ini cara membangun personal brand yang kuat dengan memanfaatkan media sosial seperti dikutip Tabloid Bintang.
1. Ketahui spesifikasi keahlian Anda
Personal brand Anda harus mencerminkan diri dan kelebihan Anda secara spesifik. Jayson Demers, pendiri dan pimpinan perusahaan pemasaran konten dan media sosial AudienceBloom sekaligus kontributor laman Inc.com mengatakan: 

“Sebelum mulai mengembangkan sebuah keahlian, Anda harus mengetahui secara pasti, di bidang apa Anda ingin dikenal. Dunia personal branding telah dibanjiri pengusaha yang kompetitif, jadi tidak cukup dengan memilih bidang yang umum seperti pemasaran atau sumber daya manusia. Lebih baik mengembangkan diri di bidang yang sangat spesifik. Dengan bidang yang fokus, Anda memiliki kesempatan lebih banyak untuk mengetahui apa yang Anda bicarakan.”
2. Bangun reputasi
Ketika Anda telah mengetahui di wilayah mana Anda ingin fokus, saatnya membangun reputasi. Salah satu caranya, menunjukkan keahlian Anda melalui media sosial. 

Pemasaran konten adalah cara terbaik untuk membangun citra dan reputasi secara daring; ketika orang mencari informasi, mereka cenderung mencari sumber yang paling membantu. 

Jika Anda bisa menjadi sumber tepercaya melalui konten yang Anda sajikan di internet, lama-kelamaan Anda akan dikenal sebagai ahli bidang spesifik Anda. Untuk mendukung akun media sosial Anda, mulailah menulis blog pribadi dan perbarui kontennya secara rutin.

3. Sempurnakan profil media sosial
Demers miengibaratkan, “Jika konten menjadi bahan bakar personal brand Anda, media sosial adalah mesinnya.” Luangkan waktu untuk menyempurnakan detail profil akun semua media sosial Anda. 

Pastikan semua akun konsisten dan sejalan dengan standar citra Anda. Perbarui secara rutin dan jangan khawatir mengunggah kembali konten-konten lama, siapa tahu berguna untuk pengikut-pengikut baru Anda.

4. Diskusikan kejadian terkini dan bangun studi kasus
Jika ingin memenangi hati para pengikut, sesekali buatlah konten berupa studi kasus terhadap kejadian-kejadian terkini, tentunya terkait profesi Anda. Kaitkanlah dengan pengalaman pribadi Anda, secara jujur. 

Orang lebih suka membaca kisah nyata ketimbang spekulasi, jadi buktikan apa yang Anda kuasai dengan memberikan studi kasus yang mudah dicerna. Anda juga perlu mendemonstrasikan kemampuan dan pengetahuan Anda sambil berinteraksi dengan audiens di media sosial secara aktif.

5. Network, network, network
Anda tak bisa hanya mengandalkan media sosial tanpa networking yang kuat. Di media sosial dan dunia nyata, kunci untuk memicu berkembangnya citra diri adalah networking atau membuat jaringan.

“Jalinlah hubungan dengan orang lain di bidang Anda, orang-orang berpengaruh yang memiliki banyak koneksi, dan siapa pun yang mungkin bisa memberi manfaat untuk Anda. Hadiri acara-acara profesional untuk menjumpai orang-orang berpengaruh di bidang Anda juga di dunia daring, ikut serta dalam diskusi komunitas kapan pun Anda bisa. Semakin banyak kesempatan untuk bertemu dan bicara dengan orang lain, lebih baik,” saran Demers.

Demikian Cara Memanfaatkan Media Sosial untuk Memperkuat Personal Brand.*

Indonesia Darurat LGBT

Indonesia Darurat LGBT


Indonesia kini darurat LGBT. Setidaknya, hal itu menurut Ketua Komisi I DPR Mahfud Sidiq. Ia  mengungkapkan, munculnya kasus-kasus hukum berkaitan dengan pelaku dan perilaku LGBT (Lesbi, Gay, Biseks, dan Transgender) makin menyentakkan kesadaran masyarakat luas akan ancaman bahaya LGBT.

Terlebih misalnya, kasus paling aktual saat ini artis Saipul Jamil (SJ) dan presenter Indra Bekti (IB) adalah sekian dari beberapa pihak yang diduga kuat melakukan pelecehan seksual sesama jenis.

"Jika kita mencermati indikator-indikator yang melingkupi fenomena ini, maka saya berpendapat bahwa Indonesia mulai memasuki tahap darurat bahaya LGBT," kata Mahfud kepada Harian Terbit Sabtu (20/2/2016).

Mahfud pun membeberkan tujuh indikator yang menyebabkan Indonesia dalam darurat LGBT.

Pertama, LGBT justru menyeruak pelaku, perilaku dan penyebarannya di kalangan figur publik khususnya artis. Tidak dipungkiri figur publik seringkali menjadi model peran (role model) bagi peniruan perilaku di kalangan penggemarnya.

Kedua, pelaku dan perilaku LGBT di kalangan figur publik secara langsung atau tidak langsung disebarluaskan secara masif oleh lembaga penyiaran, khususnya televisi.

Apalagi, sebagai bukti, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) selama bulan februari 2016 saja sudah keluarkan sekitar 6 (enam) sanksi teguran terhadap program-program televisi yang mempromosikan pelaku dan perilaku LGBT.

"Bayangkan jika setiap hari ada beberapa televisi menampilkan pelaku dan perilaku LGBT dalam programnya, berapa juta warga masyarakat Indonesia yang terterpa pesan langsung dan tidak langsung tentang LGBT?," tanya Politikus PKS ini heran.

Ketiga, sambung Mahfud, pelaku LGBT juga membangun kesadaran kelompok dan melakukan upaya-upaya bersama untuk memperjuangkan pembenaran, eksistensi sampai pengakuan hak-hak hukum atas diaorientasi perilaku seksualnya. Selain tentu saja mereka secara sadar juga melakukan berbagai upaya untuk menambah jumlah pelaku dan menyebarluaskan perilaku LGBT.

"Penularan yang terlihat cepat di kalangan figur publik khususnya artis, bisa jadi contoh paling gamblang," terangnya.

Keempat, menurut Mahfud, bersamaan dengan indikator ketiga, juga muncul pembelaan dan advokasi dari berbagai kalangan baik perorangan maupun kelembagaan. Dan lagi ada akademisi yang nyaring bersuara membela LGBT.

"Ada LSM yang giat melakukan advokasi. Ada perusahaan-perusahaan multinasional yang ikut mempromosikan LGBT. Bahkan mungkin juga ada lembaga-lembaga donor dari luar negeri yang ikut membiayai kampanye pengakuan hak bagi pelaku dan perilaku LGBT," paparnya.

Kelima, lanjut Mahfud, kampanye viral melalui media sosial saat ini dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku dan pendukung LGBT untuk menyebarluaskan paham, menggalang dukungan, dan juga menjaring pengikut baru. Sementara sampai saat ini tidak ada regulasi yang mampu secara efektif mengontrol kampanye viral melalui media sosial. Apalagi ada indikasi penyedia program media sosial yang umumnya dari luar negeri juga sepertinya permisif terhadap LGBT.

Keenam, sistem hukum Indonesia termasuk peraturan perundang-undangnya belum secara tegas dan jelas mengatur tentang pelaku dan perilaku LGBT ini.

"Negara seperti Rusia, Singapura, Filipina misalnya sudah punya peraturan perundang-undangnya yang jelas dan tegas tentang pelarangan LGBT," cetusnya.

Ketujuh, kalangan kedokteran, psikolog dan psikiater sudah secara jelas menyatakan bahwa LGBT adalah bentuk penyimpangan orientasi dan perilaku seksual yg berifat menular. Penularan ini bisa menyergap siapa saja, tidak peduli usia dan latarbelakangnya. Kalangan agamawan dari semua agama pun sudah jelas mengharamkan LGBT.

Mahfud menyatakan, sampai hari ini pemerintah belum ada kebijakan dan sikap yg jelas dan tegas tentang LGBT dalam konteks bahaya dan ancaman terhadap masa depan bangsa.*